Majalah SDA Jan-Feb 2019


Kementerian PUPR Targetkan Infrastruktur Pengendali Banjir ROB Kota Semarang Rampung Mid 2019
Menyikapi sering terjadinya banjir rob (banjir laut yang memasuki darat), maka dilakukan beberapa upaya oleh pemerintah Semarang. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan dengan telah beroperasinya pompa di Sungai Sringin dan Tenggang sudah bisa mengatasi banjir rob. Sementara untuk menahan limpasan rob nya, dibangun tanggul sepanjang 2,17 km (Unissula-Kawasan Industri Terboyo-Sungai Sringin). Sepanjang tanggul harus ada penataan pohon, penerangan yang baik. Pekerjaan pembangunan pengendali banjir rob ini dimulai Desember 2016, yang dibagi dalam 2 paket pekerjaan yakni sistem Polder Sringin dan Tenggang.

Paket 1 : Pembuatan kolam retensi Banjardowo berkapasitas 30.000 m3, normalisasi sungai Sringin, pembuatan pintu muara dan Polder kali Sringin. Polder Sringin tsb dilengkapi dengan pompa 5x2 m3/detik yang berfungsi memompa air rob kembali ke laut.
Paket 2 : Pembuatan kolam retensi Rusunawa Kaligawe berkapasitas 66.000 m3, pembuatan pintu muara dan Polder Tenggang di muara kali Tenggang, dengan tanggul penahan di kawasan terminal dan industri Terboyo serta normalisasi dan perbaikan Parapet kali Tenggang. Untuk polder ini, pompanya berkapasitas 5x2 m3/detik.

Bendung Gerak Kanal Banjir barat (KBB) Semarang
Bendungan Gerak atau karet di Sungai kanal Banjir Barat juga sebagai pengendali banjir di Kota Semarang. Pada saat musim hujan air yang masuk sungai KBB akan ditahan bendungan tersebut. Cara kerjanya, saat air mencapai ketinggian 2,5 m, air akan langsung didorong oleh karet ke hilir sungai dan masuk laut. Sementara saat musim kemarau bendungan karet sepanjang 155,5 m juga berfungsi sebagai long storage, dapat menampung 700.000 m3 air. atau 1 meter bendungan menampung 4.500 m3 air. Pembangunan bendungan karet KBB ini dimula Nov 2017, dengani biaya 147,24 miliar. Kontraktor PT Adhi Karya dan Minarta.

Kontribusi Penanganan Banjir dari Hulu Ke Hilir
Banjir bisa disebabkan kareana :
Curah hujan lebat (51 mm/hari - 100 mm/hari). atau bisa juga curah hujan sedang namum terjadi dalam waktu lama sementara kapasitas sungai kecil. Penyebab lainnya adalah Perubahan iklim, alih fungsi lahan, pencemaran + sedimentasi sungai. Target pengendalian banjr pada tahun 2019 senilai 3,89 triliyun rupiah. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain :
  1. Normalisasi sungai/tanggul banjir/kanal sepanjang 131 km tersebar di beberapa wilayah
  2. Pembangunan Polder/kolam retensi 1 buah (Kolam retensi nipa-nipa di Gowa, dan Maros)
  3. Pembangungan 2 unit sistem pompa (Pompa sungai Bendung Palembang dan Ancol-Sentiong Jakarta)
Selain itu, bendungan juga sebagai pengendali banjr sejjumlah 65 buah bendungan dapat mereduksi banjir sebesar 13.355 m3/detik. Sebut Hari Suprayogi.

Untuk Banjir ibukota, Ditjen SDA membangun 2 bendungan kering yakni Bendungan Cawi dan Sukamahi. diharapkan dapat mengurangi debit puncakbanjir Sungai Ciliwung. target beres 2020.
Untuk persiapan peralatan antisiipasi banjir, SDA menyiapkan 112 unit Excavator, 51 unit Amphibious Excavator, 96 Dump truck, 23 Trailer truck, Pick up, Mobile Pump, Perah Karet, dan Mesin Outboard. Dan bahan banjiran seperti Sandbag (242.633), Geobag (5.968 unit), dan kawt Bronjong (41.798 unit) Selain itu, dilakukan juga upaya non fisik seperti pelatihan mitigasi seperti Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air. (GN-KPA). Pemahaman masyarakat dalam menjaga kawasan perlu juga ditingkatkan seperti perbaikan cara bertanam di lereng bujit melaui penggunaan terasering. Pertanian tanaman cabut seperti bawang, kentang, di lereng bukit bisa mengakibatkan sedimentasi di sungai serta rawan longsor.

Penanganan Kerusakan Tanggul di Sungai Tanjung, Brebes
Tanggul Sungai Tanjung yang terletak di Desa Karangreja Brebes rusak sepanjang 6 meter, akibatnya luapan air sungai merendam sekitar 40 ha sawah di Karanfreja dan 30 ha sawah di Sidakaton. Penanganan nya aadaalh dengan cerucuk bambu dan gapit bambu serta karung isi tanah.

Rehabilitasi Daerah Irigasi Lodoyo.
Saluran irigasi Lodoyo awalnya bsa mendistribusikan air 14 m3/detik. Akibat penyempitan akibat sedimen kapasitas berjurang menjadi 9 m3/detik. Saluran Lodoyo terhubung hingga Tulungagung yg disebut Lodagung. Sepanjang 169 km. Rehabilitasi dilakukan denan memperbaiki Saluran iriasi sepanjang 16,42 km dengan biaya 12,4 miliar.

Bendungan Kamijoro (Bantul, Yogyakarta)
Manfaat Bendung Kamijoro :
  •          Mengairi sawah seluas 2.730 ha
  •          Meningkatkan intensitas tanam dari 205% menjadi 270%
  •       Potensi suplai air bakus sebesar 500 liter / detik
  •       Destinasi wisata baru
Selama tahun 2015 – 2018 pemerintah telah membangun 860.015 ha jaringan iriasi baru.
Dan 2019 ditargetakn seluas 139.410 ha.

Pertukaran Teknologi Dalam Pengelolaan Irigasi dan Drainase
Dilakukan Pertukaran Teknologi pengelolaan Irigasi dan Drainase antara Kementerian Pertanian dak kehtananan Jepang dengan Dirjen SDA PUPR pada tanggal 19-21 Februari 2019. Pada aara ini fokus kegiatan pengelolaan irigasi yang meliputi kegiatan rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan.
di Jepang, kegiatan pengelolaan meliputi rehabilitasi, pembagian alokasi air, operasi dan pemeliharaan dilakukan oleh asosiasi perbaikan lahan. Yang merupakan gabungan dari paera pengguna air, di Indonesia seperti IP3A. Delegasi Jepang juga memperkenalkan sistem irigasi pintar gabungan antara nformasi Spasial daerah Irigasi, peralatan pengendalian dan pemantauan infrastruktur irigasi jarak jauh, serta peralatan pemantauan curah hujan. Ada juga konsep konsolidas tanah pertanian daimana petak lahan pertanian uang awalnya hanya berukuran 0,25 ha dikonsolidasi menjadi berukuran 2 ha. Konsolidasi lahan ini disertai alat teknologi tinggi (alat penyemai benih, penanam padi otomatis dan sisitem irigasi pintar terbukti mengurangi jam kerja hngga 50%. Penggo=unaan teknologi sepreti ini bertujuan efisiensi waktu, tenaga, juga minat generasi muda terhadap usaha pertanian. Pada kesempatan itu, Delegasi Jepang melakukan kunjungannya ke Daerah rigasi Sedadi dan Sidorejo.

Kementerian PUPR bangun 949 Embung
Embung merupakan bendungan berukuran medium. Embung bermanfaat untuk irigais sawah, konservasi air yang dapat digunakan sebgai air baku, sumnber air bagi hewan ternak, terutama pada saat musim kemarau. Hingga tahun 2018, junlah embbg du Indonesia sebanyak 949 buah. Taun 2019 akan dibangun 104 embung. 5embung dibangun menampung air sebanyak 331.000 m3 dan bermanfaa mensuplai air baku bagi +- 1.350 orang. Sebagai contoh, embung Giriroto di Boyolali luas 1,3 ha, depth 6 m, kapasitas tampung air 48.000 m3.

Bendungan Mila mulai digenangi
NTB adalah salah satu kawasan terkering di Indonesia dengan 3 bulamn musim hujan. Maka salah satu solusi kesejahteraan masyarakat denan menjaga ketersediaan air denan pembangungan bendungan. Dbangunlah bendungan Mila di Kab, Dompu NTB.
Bendungan Mila ini diharapkan dapat :
  •     Mengairi daerah irigasi seluas 1.689 ha
  •        Meningkatkan intensitas tanam dari 186 % menjadi 300%
  •     Memenuhi kebutuhan air baku sebesar 100 liter/detik
  •     Dapat mereduksi banjir sebesar 142,57 meter3 /detik
  •     Sebagai konservasi dan pariwisata
      Agar kualitas air bendungan terjaga, maka hindari adanya tambak keramba ikan.

Infrastruktur Air Baku Lintas Pulau Diresmikan
Semakin berkembangnya kota Tidore yang berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk, menjadikan kebutuhan akan air bersih bagi keperluan domestik secara otomatis meningkat. Oleh karena itu, untuk mendukung supply air bersih, Dirjen SDA melaksanakan pembangunan sumur air tanahunutk air baku, serta rehabilitasi jaringna pipa bawah laut Rum-Maitara.
Pembangunan sumur air tanah untuk air baku à menambah debit air bersih sebesar =- 54 liter / detik. Sementara rehabilitasi jaringan pipa à untuk memperbaiki jaringan pipa eksisting yang terputus karena arus laut. Dengan optimalnya fungsi jaringan pipa bawah laut dengan kapasitas sebesar 8 liter/detik yang bersumber dari ar tanah pulau Tidore diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih 2.088 jiwa.

Pesan
‘Hujan adalah karunia tuhan. Jika hujan tutun, maka manfaatkan sebanyak-banyaknya dengan cara disimpan melalui pembuatan sumur resapan.”
“Air adalah barang yang sangat vital bagi kehidupan, tidak adak kehidupan tanpa air oleh karena itu siapapun didunia ini harus ikut menjaga kelestarian air.Cara menjaganya, water resources management, dari hulu ke hilir itu harus terintegrasi.” Djoko Kirmanto.

(Bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hydrology Glosarry

Proses Desalinasi