Majalah SDA Maret-April 2019
Embung Siadadi, Inisiasi Masyarakat Desa Yang terwujud
Embung Siadadi berlokasi di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Embung ini sangat unik, karena betada di tengah hamparan sawah. Pada awalnya sawah di desa ini adalah sawah tadah hujan, biaya produksinya sangat tinggi sekali, sementara penghasilannya tidak maksimal. 1 ha paling menghasilkan 4 ton. Akhirnya para petani mengeluhkan ini ke Kades, lau kades berkoordinasi dengan anggota DPR RI Dapil Indramayu Yoseph Umar Hadi dengan BBWS Citarum. Koordinasi tersebut alhamdulillah menghasilkan solusi pembangunan embung dengan menggunakan tanah desa seluas 4 ha. Embung ini mempunyai luas 3,2 ha dengan volume tampungan air sebesar 90.000 m3. Seumber airnya berasal dari mata air pegunungan. Indramayu merupakan penyangga ketahanan Pangan yang mana tergantun infrastruktur yang ada, Sebagaiman telah kita ketahui Manfaat Embung Desa utamanya adalah :
- Memenuhi kenutuhan air
- Meningkatkan volume hasil pertanian
- Jumlah panen bisa bertambah 2-3 kali lipat dari biasanya
- Saat kemarau bisa digunakan sebagai sumber air
- Untuk budidaya perikanan dan ekowisata
(katadata.co.id, 2018)
Terowongan Nanjung, Konstribusi Solusi Atasi Banjir Bandung
Banjir Bandung kerap kali terjadi utaanya di Bayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang. Banjir ini bersala dari Sungai Citarum. Pengelolaan Sungai Citarum merupakan PR besar untuk semua pihak. Ibarat benang kusut, maka cara penyelesaiannya harus diurai dalam beberapa program.
- Pembangunan Terowongan Nanjung di Lagadar, MargaAsih, Kab. Bandung. Terowonga ini dapat mengurangi 13 persen luas genangan air / 700 ha Cekungan Bandung. Jika 1 ha dihuni 20 KK, maka terowongan ini bisa menyelaatkan 14.000 KK
- Normalisasi Sungai Citarum selebar 60 meter di kawasan Hulu
- Membangun Embung Gedebage
- Membangun Kolam Retensi Cienteung
- Membuat Sodetan Di Sungai Cisangkuy
Genangan air di Kab bandung mencapai 3461 ha.
Terowongan Nanjung terdiri dari 2 tunel, ssehingga disebut terowongan kembar dengan panjang 230 m, diameter 8m. Dibangun Nov 2017 dan targer selesai Desember 2019. Terowongan ini bertujuan mempercepat aliran air yang darang dari hulu cepat mengalir ke hilir yaitu Waduk Saguling. Estimasi waktu dari 5 hari menjadi 2 hari.
Tonggak Baru Perjuangan Penanganan Sosial masyarakat Terdampak Lumpur Sidoarjo
Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun.
Menteri PUPR sampaikan dua hal untuk mitigasi bencana alam di Jayaoura
16 Pihak tanda tangan MoU Pemulihan Cagar Alam di Jayapura
Bendung Kamijoro, Bantu Suplai Air Irigasi di Bantul Lebih TerjaminTampilan baru Danau UNS
(bersambung)
Komentar
Posting Komentar