Glosarium SDA

Abrasi
Hempasan atau penggerusan oleh gerakan air, dan butiran kasar yang terkandung di dalamnya.

Agradasi Sungai
Peninggian dasar sungai akibat pengendapan.

Air
Semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.

Air Baku
Air yang dipergunakan sebagai bahan pokok untuk diolah menjadi air minum.

Air Permukaan
Sumber air yang terdapat di permukaan tanah seperti sungai, waduk, bendungan yang merupakan tampungan air hujan, danau.

Air Tanah
Air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. (Sumber: 1)

Aliran Sungai
Gerakan air yang dinyatakan dengan gejala dan parameter dengan ukurannya.

Alokasi Air Sementara
Alokasi yang dihitung berdasarkan perkiraan ketersediaan air yang dapat diandalkan (debit andalan) dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna air yang sudah ada. (Sumber: 1)

Alur Sungai
Alur tempat mengalirnya aliran sungai. (Sumber: 16)

Angka Kebutuhan Nyata Jaringan Irigasi
Besaran biaya yang dihitung berdasarkan kebutuhan aktual pembiayaan operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi tiap bangunan dan tiap ruas saluran untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi. (Sumber: 2)

Audit Pengelolaan Irigasi
Kegiatan pemeriksaan kinerja pengelolaan irigasi yang meliputi aspek organisasi, teknis, dan keuangan, sebagai bahan evaluasi manajemen aset irigasi.

Badan Air
Kumpulan air yang besarnya antara SUMBER DAYA AIR lain bergantung pada relief permukaan bumi, curah hujan, suhu, dsb, misal sungai, rawa, danau, laut, dan samudra.

Banjir
Aliran yang relatif tinggi, dan tidak tertampung lagi oleh alur sungai atau saluran.

Banjir Lokal
Banjir yang mengganggu fungsi jalan kabupaten/kota bandara lokal, jalan kereta api lintas, sentra produksi pangan lokal, kawasan industri dan perdagangan skala kecil,kawasan strategis kabupaten/ kota lainnya (tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota).

Banjir Nasional
Banjir yang mengganggu fungsi jalan nasional, bandara Internasional dan nasional, jalan kereta api lintas provinsi, sentra produksi pangan nasional, kawasan industri dan perdagangan skala besar, kawasan strategis nasional lainnya (tanggung jawab pemerintah).

Banjir Rata-Rata Tahunan
Besar debit banjir dari jumlah rangkaian banjir maksimum tahunan dibagi tahun kejadian.

Banjir Regional
Banjir yang mengganggu fungsi jalan provinsi, bandara nasional/lokal, jalan kereta api lalu lintas kabupaten, sentra produksi pangan provinsi / lokal, kawasan industri dan perdagangan skala sedang, kawasan strategis provinsi lainnya (tanggung jawab pemerintah provinsi).

Bangunan Bagi
Bangunan yang berfungsi untuk membagi air.

Bangunan Bagi Sadap Bangunan yang berfungsi untuk membagi air dan sekaligus mengalirkannya ke petak tersier.

Bangunan Intake
Suatu bangunan pada bendung yang berfungsi sebagai penyadap aliran sungai, mengatur pemasukan air dan sedimen serta menghindarkan sedimen dasar sungai dan sampah masuk ke intake.

Bangunan Pelengkap Sistem Irigasi
Bangunan yang melengkapi jaringan utama seperti talang, bangunan silang, terjunan, dan lain-lain.

Bangunan Pembilas
Bangunan yang berfungsi untuk membilas sedimen.

Bangunan Pengaman Bendung
Struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentuk dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu, yang berfungsi meredam energi air akibat pembendungan,

Bronjong Kawat
Bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misal bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dsb. (Sumber: 28) Bangunan Pengatur Muka Air Bangunan yang berfungsi mengatur/mengontrol ketinggian muka air di saluran primer dan sekunder sampai batas-batas yang diperlukan untuk dapat memberikan debit yang konstan kepada bangunan sadap tersier. (Sumber: 45) Bangunan Pengelak Bangunan untuk mengelokkan arah aliran sungai, antara lain bendung. (Sumber: 28) Bangunan Peredam Energi Kepala saluran pelimpah (crest of spillway) Pintu saluran pelimpah (spillway gate) Saluran pelimpah (spillway) Puncak bendungan (top of dam) Saluran air daya (penstock) Waduk Permukaan atas (headbay) Derek jembatan (gantry cane) Dinding Pengarah Berjajar (training wall) Saluran terowongan (diversion tunnel) Corong saluran pelimpah (spillway chute) Saluran untuk kayu (log chute) Permukaan bawah (afterbay) Pusat listrik (power plant) Ruang mesin (machine hall) Penopang transformator (bushing) Ruang pengatur (control room) Bendungan (dam) Kepala saluran pelimpah (crest of spillway) Pintu saluran pelimpah (spillway gate) Saluran pelimpah (spillway) Puncak bendungan (top of dam) Saluran air daya (penstock) Waduk Permukaan atas (headbay) Derek jembatan (gantry cane) Dinding Pengarah Berjajar (training wall) Saluran terowongan (diversion tunnel) Corong saluran pelimpah (spillway chute) Saluran untuk kayu (log chute) Permukaan bawah (afterbay) Pusat listrik (power plant) Ruang mesin (machine hall) Penopang transformator (bushing) Ruang pengatur (control room) Bendungan (dam) Gambar 1.01 Bendungan (Sumber : 47) SUMBER DAYA AIR 29 agar air di hilir bendung tidak menimbulkan penggerusan setempat yang membahayakan struktur. (Sumber: 34) Bangunan Sadap Bangunan yang berfungsi untuk mengalirkan air ke petak tersier yang letaknya ditentukan berdasarkan kesepakatan masyarakat petani dan dituangkan dalam rencana teknis yang ditetapkan oleh pemerintah. (Sumber: 2) Bangunan Sungai Bangunan yang berfungsi untuk perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian sungai. (Sumber: 7) Bangunan Suplesi Bangunan yang berfungsi mengalirkan air dari saluran suplesi ke saluran pembawa atau ke sungai. (Sumber: 45) Bantaran Sungai Lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai dihitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam. (Sumber: 7) Base Flow Aliran dasar sungai yaitu aliran yang terjadi akibat pergerakan air permukaan. (Sumber: 26) Bendung Bangunan melintang alur sungai yang berfungsi untuk meninggikan muka air. (Sumber: 21) DAS bentuk BULU BURUNG Daerah Pengaliran MENYEBAR Daerah Pengaliran SEJAJAR  Debit banjir kecil, karena waktu tiba air dari anak sungai (concentration time) berbeda.  Waktu banjir relatif lama  Debit banjir besar, dengan konsentrasi di titik-titik pertemuan anak sungai.  Debit banjir besar, dengan konsentrasi di titik pertemuan sungai di bagian hilir. Bentuk daerah pengaliran yang berbeda dari ketiga bentuk tersebut disebut Daerah Pengaliran KOMPLEKS Geometri DAS DAS bentuk BULU BURUNG Daerah Pengaliran MENYEBAR Daerah Pengaliran SEJAJAR  Debit banjir kecil, karena waktu tiba air dari anak sungai (concentration time) berbeda.  Waktu banjir relatif lama  Debit banjir besar, dengan konsentrasi di titik-titik pertemuan anak sungai.  Debit banjir besar, dengan konsentrasi di titik pertemuan sungai di bagian hilir. Bentuk daerah pengaliran yang berbeda dari ketiga bentuk tersebut disebut Daerah Pengaliran KOMPLEKS Geometri DAS Gambar 1.03 Geometri DAS (Sumber : 48) SUMBER DAYA AIR 30 Bendung Tetap Bendung yang tidak bisa dioperasikan untuk meniadakan pembendungan air. (Sumber: 21) Bendung Gerak Bendung yang bisa melayani operasi untuk meniadakan pembendungan air. (Sumber: 21) Bendung Gerak Pintu Bendung gerak yang terbuat dari pintu sebagai sarana operasi pembendungan air. (Sumber: 21) Bendung Karet Bendung gerak yang terbuat dari tabung karet yang mengembang sebagai sarana operasi pembendungan air. (Sumber: 21) Bendung Karet Isi Udara Bendung karet yang menggunakan udara sebagai media pengisi tabung karet. (Sumber: 21) Bendung Karet Isi Air Bendung karet yang menggunakan air sebagai media pengisi tabung karet. (Sumber: 21) Bendung Pembagi Banjir Bendung yang dibangun di percabangan sungai untuk mengatur muka air sungai, sehingga terjadi pemisahan antara debit banjir dan Gambar 1.04 Daur Hidrologi (Sumber : 47) radiasi surya (solar radiation) Kondensasi (condensation) Gerakan angin (action wind) Evaporasi (penguapan) Presipitasi Evaporasi (penguapan) Aliran permukaan (run off) presipitasi es infiltrasi transpirasi Aliran dalam tanah Samudra (underground flow) (ocean) radiasi surya (solar radiation) Kondensasi (condensation) Gerakan angin (action wind) Evaporasi (penguapan) Presipitasi Evaporasi (penguapan) Aliran permukaan (run off) presipitasi es infiltrasi transpirasi Aliran dalam tanah Samudra (underground flow) (ocean) SUMBER DAYA AIR 31 debit rendah sesuai dengan kapasitasnya. (Sumber: 34) Bendung Penahan Pasang Bendung yang dibangun di bagian sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, antara lain untuk mencegah masuknya air asin. (Sumber: 34) Bendung Penyadap Bendung yang digunakan sebagai penyadap aliran sungai untuk berbagai keperluan seperti untuk irigasi, air baku, dan sebagainya. (Sumber: 34) Bendungan Setiap penahan buatan, jenis urugan atau jenis lainnya, yang menampung air atau dapat menampung air baik secara alamiah maupun buatan, termasuk pondasi, tebing tumpuan, serta bangunan pelengkap dan peralatannya. (Sumber: 18) Bronjong Kawat Struktur kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja berlapis seng yang pada penggunaannya diisi batu-batu untuk pencegah erosi yang dipasang pada tebing-tebing, tepi-tepi sungai, yang proses penganyamannya menggunakan mesin. (Sumber: 13) C Cekungan air tanah Suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung. (Sumber: 1) Check Dam Bendungan kecil yang dibangun dalam sebuah saluran atau alur air yang kecil untuk mengurangi kecepatan aliran sungai, meminimkan pencarian saluran dan mempromosikan endapan sedimen. (Sumber: 42) Curah hujan Banyaknya hujan yang tercurah (turun) di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. (Sumber: 46) D Daerah Aliran Sungai (DAS) Suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan di wilayah tersebut ke danau atau ke laut SUMBER DAYA AIR 32 secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topograi dan batas di laut sampai dengan perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. (Sumber: 1) Daerah Irigasi Kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi. (Sumber: 2) Daerah Irigasi Kabupaten/ Kota Daerah irigasi yang mendapatkan air irigasi dari jaringan irigasi yang seluruh bangunan dan saluran serta luasannya berada dalam satu wilayah kabupaten/kota. (Sumber: 2) Daerah Irigasi Lintas Kabupaten/Kota Daerah irigasi yang mendapatkan air irigasi dari jaringan irigasi yang bangunan dan saluran serta luasannya berada di lebih dari satu wilayah kabupaten/kota, tetapi masih dalam satu wilayah provinsi. (Sumber: 2) Daerah Irigasi Lintas Provinsi Daerah irigasi yang mendapatkan air irigasi dari jaringan irigasi yang bangunan dan saluran serta luasannya berada di lebih dari satu wilayah provinsi, tetapi masih dalam satu negara. (Sumber: 2) Daerah Irigasi Lintas Negara Daerah irigasi yang mendapatkan air irigasi dari jaringan irigasi yang bangunan dan saluran serta luasannya berada di lebih dari satu negara. (Sumber: 2) Daerah Irigasi Strategis Nasional Daerah irigasi yang luasnya lebih dari 10.000 ha yang mempunyai fungsi dan manfaat penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. (Sumber: 2) Daerah Tangkapan Air Suatu daerah yang dibatasi oleh pembatas topograi berupa punggung-punggung bukit atau gunung yang menampung air hujan yang jatuh diatasnya dan kemudian mengalirkannya melalui anak sungai dan sungai ke laut atau ke danau. (Sumber: 30) Danau Bagian dari sungai yang lebar dan kedalamannya secara alamiah jauh melebihi ruas-ruas lain dari sungai yang bersangkutan. (Sumber: 7) Daya Air Potensi yang terkandung dalam air dan/atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. (Sumber: 1) Daya Dukung Sumber Daya Air Kemampuan sumber daya air untuk mendukung perikehidupan ma- SUMBER DAYA AIR 33 nusia dan makhluk hidup lainnya. (Sumber: 1) Daya Tampung Air dan Sumber Air Kemampuan air dan sumber air untuk menyerap zat, energi, dan/ atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. (Sumber: 1) Daya Rusak Air Daya air yang dapat merugikan kehidupan. (Sumber: 1) Debit Aliran Volume air yang mengalir melalui penampang melintang sungai atau saluran dalam satuan waktu tertentu yang dinyatakan dalam satuan liter/detik atau m3/detik. (Sumber: 22) Debit Aliran Dasar Aliran bawah permukaan ditambah aliran yang berasal dari air tanah. (Sumber: 17) Debit Aliran Permukaan Air yang masuk ke dalam sungai melalui permukaan tanah dan bawah permukaan. (Sumber: 17) Debit Banjir Maksimum Tahunan Debit aliran sesaat dengan puncak hidrograf tertinggi selama satu tahun pencatatan. (Sumber: 17) Debit Banjir Rencana Gambar 1.05 Garis Sempadan Sungai (Sumber : 49) Garis Sempadan Garis Sempadan Jalan Tinggi Jagaan muka air banjir muka air normal Bantaran sungai Palung sungai Bantaran sungai Daerah Daerah Sempadan SempadanTepi Sungai Tepi Sungai Daerah Manfaat Sungai Daerah Penguasaan Sungai Garis Sempadan Garis Sempadan Jalan Tinggi Jagaan muka air banjir muka air normal Bantaran sungai Palung sungai Bantaran sungai Daerah Daerah Sempadan SempadanTepi Sungai Tepi Sungai Daerah Manfaat Sungai Daerah Penguasaan Sungai SUMBER DAYA AIR 34 Debit maksimum dari suatu sungai, atau saluran yang besarnya didasarkan kala ulang tertentu. (Sumber: 17) Debit Desain Besarnya debit banjir maksimum yang ditentukan berdasarkan kala ulang, faktor keamanan, ekonomi, dan sosial. (Sumber: 17) Debit Rencana Debit untuk perencanaan suatu bangunan air. (Sumber: 28) Debit Puncak Debit yang terbesar pada suatu periode tertentu. (Sumber: 28) Degradasi Sungai Penurunan dasar sungai akibat penggerusan. (Sumber: 28) Dewan Sumber Daya Air Lembaga koordinasi pengelolaan sumber daya air yang meliputi Dewan Sumber Daya Air Nasional, dewan sumber daya air provinsi atau dengan nama lain, dan dewan sumber daya air kabupaten/kota atau dengan nama lain. (Sumber: 10) Dewatering Usaha pengeringan dengan berbagai cara, misal pemompaan. (Sumber: 28) E El Nino Fenomena perubahan cuaca di daerah pantai utara Peru dan Ekuador yang terjadi pada setiap beberapa tahun, menyebabkan menghangatnya suhu permukaan Samudra Pasiik, dan berdampak luas pada perubahan cuaca di beberapa bagian dunia. (Sumber: 40) Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Reklamasi Rawa Serangkaian kegiatan yang mengarah kepada upaya pemanfaatan air secara optimal dan pelestarian fungsi jaringan reklamasi rawa. (Sumber: 6) Eksploitasi Sungai Usaha pengaturan dan pengalokasian sumber daya air dan sumber daya alam lainnya yang berada di sungai untuk tujuan pendayagunaan secara optimum. (Sumber: 7) Embung/Waduk Lapangan Tempat/wadah penampungan air pada waktu terjadi surplus air di sungai atau menampung air hujan. (Sumber: 5) Erosi Pengikisan permukan atau struktur tanah oleh aliran air, gletser, angin dan gelombang laut. SUMBER DAYA AIR 35 (Sumber: 44) Evaporasi Proses isik dimana air bertransformasi menjadi benda gas. Dalam irigasi, penguapan adalah uap air yang hilang dari tanah dan permukaan air. (Sumber: 42) F Flood Forecasting (Perkiraan Banjir) • Prediksi dari suatu keadaan banjir yang akan terjadi dimasa depan (waktu, kedalaman, pengeluaran dan lain-lain) adalah terkait dengan informasi terkini. Prediksi dari waktu banjir berdasarkan analisa data meteorologi suhu, misalnya arah gerakan badai, curah hujan awal, kelembaban udara, pergerakan suhu, angin dll. Analisa atas informasi semacam itu yang terkait dengan tanggap keadaan arus dan sifat utama dapat memberikan suatu alasan pemberian peringatan bahaya bencana banjir. Akumulasi dan analisa data yang cepat, penyebaran dari tanda peringatan, adalah penting bagi kehandalan dari suatu prakiraan banjir. • Ilmu pengetahuan mengenai prakiraan ketinggian air, pengeluaran air, waktu timbulnya banjir dan masa banjir, khususnya puncaknya luapan banjir disuatu titik khusus di sungai, yang merupakan dampak dari curah hujan dan/atau salju yang mencair dan berdasarkan kondisi meteorologi dan hidrologi. Tujuan dari prakiraan banjir adalah untuk mendapatkan waktu curah hujan yang sebenarnya dan data arus melalui gelombang mikro, sistem radio, atau jaringan komunikasi satelit, memasukkan data melalui program penelusuran aliran arus dan luapan curah hujan, dan memprakirakan laju arus banjir dan ketinggian air untuk suatu kurun mulai dari lingkup beberapa jam sampai dengan beberapa hari kedepan, tergantung pada skala dari terjunan/percikan air. (Sumber: 44) Flood Warning Peringatan dini akan adanya banjir. (Sumber: 7) Forum Koordinasi Daerah Irigasi Sarana konsultasi dan komunikasi antara wakil perkumpulan petani pemakai air, wakil pengguna jaringan irigasi, dan wakil pemerintah dalam rangka pengelolaan irigasi yang jaringannya berfungsi multiguna pada suatu daerah irigasi. (Sumber: 2) SUMBER DAYA AIR 36 Gambar 1.06 Longsor (Sumber : 47) Longsoran lumpur (mudflow) Longsoran tanah (earthflow) Longsoran batu (rockslide) Longsoran lumpur (mudflow) Longsoran tanah (earthflow) Longsoran batu (rockslide) G Gambut Tanah yang terdiri dari sisa-sisa tanaman yang telah busuk. (Sumber: 24) Garis Sempadan Jaringan Irigasi Batas pengamanan bagi saluransaluran dan/atau bangunan jaringan irigasi dengan jarak tertentu sepanjang saluran dan sekeliling bangunan. (Sumber: 2) Garis Sempadan Sungai Garis batas kiri kanan saluran yang menetapkan daerah yang dibutuhkan untuk keperluan pengamanan saluran. (Sumber: 7) Gorong-Gorong Bangunan air yang dibangun di tempat-tempat dimana saluran melewati bawah bangunan (jalan, rel kereta api dan lain-lain). (Sumber: 45) Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Air yang dilakukan oleh seluruh sektor dan pemangku kepentingan terkait (Stake Holder) yang bertujuan untukmengembalikan keseimbangan siklus hodrologi pada seluruh wilayah DAS kritis di seluruh Indonesia. (Sumber: 29) Groin Struktur pengaman pantai yang dibangun menjorok relatif tegak lurus terhadap arah pantai, dan bahan konstruksinya umumnya kayu, baja, beton (pipa beton), dan batu. (Sumber: 35) Groundsill Bangunan pemecah arus. SUMBER DAYA AIR 37 (Sumber: 25) H Hak Guna Air Hak untuk memperoleh dan memakai atau mengusahakan air untuk berbagai keperluan. (Sumber: 1) Hak Guna Usaha Air Hak untuk memperoleh dan mengusahakan air. (Sumber: 1) Hak Pakai Air Hak untuk memperoleh dan memakai air. (Sumber: 1) Hilir Bagian sungai sebelah muara. (Sumber: 46) Hujan Buatan Istilah yang digunakan oleh instansi BPPT dalam pelaksanaan pekerjaan modiikasi cuaca yang bertujuan mempercepat proses jatuhnya curah hujan di tempat tertentu. (Sumber: 22) Hulu Bagian atas (sungai dsb). (Sumber: 46) Hutan Bakau Komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang Gambar 1.07 Meandering (Sumber : 47) Mata Air (Spring) Selokan (brook) Gletser (glacier) Sungai (river) Air terjun (waterfall) Danau (lake) Anak Sungai Jurang (gorge) Anak sungai Pertemuan sungai Lembah (valley) Sungai (river) Kikisan Cabang Sungai (oxbow) Meandering Dataran (plain) Endapan tanah baru (alluvial deposits) Penyalur delta (delta distributary) Dataran banjir (floodplain) Laut (sea) Delta SUMBER DAYA AIR 38 surut pantai berlumpur, berfungsi sebagai tempat wisata dan penghasil kayu, peredam gelombang dan angin badai, pelindung erosi, penahan lumpur dan penangkap sedimen. (Sumber: 39) I Iniltrasi Rembesan air melalui celah batuan. (Sumber: 32) Inspeksi Rutin Jaringan Irigasi Pemeriksaan jaringan irigasi yang dilakukan secara rutin setiap periode tertentu (10 atau 15 hari sekali) untuk mengetahui kondisi jaringan irigasi. (Sumber: 12) Intensitas Hujan Tinggi curah hujan dalam periode tertentu, dinyatakan dalam satuan mm/jam. (Sumber: 17) Intrusi Air Laut Perembesan air laut ke dalam lapisan tanah yang menuju ke daratan, sehingga terjadi percampuran air laut dengan air tanah. (Sumber: 46) Irigasi Usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. (Sumber: 2) Irigasi Pompa Irigasi yang sumber airnya berasal dari air tanah atau air permukaan yang dinaikkan dengan menggunakan pompa maupun tenaga penggerak sejenis beserta dengan perlengkapannya. (Sumber: 9) Izin Prinsip Alokasi Air Penetapan yang bersifat sementara yang diberikan kepada pengembang sebagai jaminan untuk memperoleh sejumlah air dari sumber air tertentu setelah irigasi siap berfungsi, dan memuat persyaratan antara lain peruntukan, debit air, dan waktu pemberiannya. (Sumber: 2) J Jalan Inspeksi Jaringan Irigasi Jalan sepanjang saluran irigasi dan pembuang untuk keperluan inspeksi. (Sumber: 28) Jalur Limpasan (Spillway) Sebuah jalur atau jalan air untuk membuang kelebihan air Sebuah pekerjaan yang lebih pada bendungan atau hilir dari bendungan pada punggung samping, dalam bentuk sebuah pipa terbuka atau tertutup. (Sumber: 44) SUMBER DAYA AIR 39 Jaringan Irigasi Saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan, dan pembuangan air irigasi. (Sumber: 2) Jaringan Irigasi Desa Jaringan irigasi yang dibangun, digunakan, dan dikelola oleh masyarakat desa atau pemerintah desa. (Sumber: 2) Jaringan Irigasi Primer Bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/primer, yang dilengkapi dengan saluran pembuangan, bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap, serta bangunan pelengkap lainnya. (Sumber: 2) Jaringan Irigasi Sederhana Jaringan irigasi yang mempunyai bangunan semi permanen, dan tidak mempunyai alat pengukur dan pengontrolan aliran, sehingga aliran tidak dapat diatur dan diukur. Pembangunan dan atau penyempurnaannya biasanya mendapatkan bantuan pemerintah. Namun pengelolaan dan pengoperasiannya dilakukan oleh aparat desa. (Sumber: 34) Jaringan Irigasi Sekunder Bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya. (Sumber: 2) Jaringan Irigasi Semi Teknis Jaringan irigasi yang memiliki sedikit bangunan permanen. Dan hanya satu alat pengukur aliran yang biasanya ditempatkan pada bandungan bendung. Sistem pemberian air dan sistem pembangunan air tidak mesti sama sekali terpisah. Pengaliran air ke sawah yang dapat diatur, tetapi banyaknya aliran tidak dapat diukur. Pembagian air tidak dapat dilakukan dengan seksama. (Sumber: 34) Jaringan Irigasi Teknis Jaringan yang sudah memisahkan antara sistem irigasi, pembuang, dan jaringan tersier. (Sumber: 28) Jaringan Irigasi Tersier Jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri dari saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya. (Sumber: 2) Jaringan Reklamasi Rawa Keseluruhan saluran baik primer, sekunder, maupun tersier dan bangunan yang merupakan satu kesatuan, beserta bangunan pelengkapnya, yang diperlukan untuk pengaturan, pembuangan, pembe- SUMBER DAYA AIR 40 rian, pembagian, dan penggunaan air. (Sumber: 6) K Kantong Lumpur Bangunan untuk mengendapkan dan menampung lumpur yang pada waktu tertentu dibilas. (Sumber: 28) Kapasitas Pompa Air Daya pompa air yang dapat mengalirkan sejumlah debit air dalam satuan waktu. (Sumber: 20) Kapasitas Tampungan Waduk Kemampuan suatu waduk menampung sejumlah air sampai pada tinggi normal. (Sumber: 23) Karakteristik Saluran Data saluran berupa debit, kemiringan talut, dan sebagainya. (Sumber: 28) Kavitasi Terjadinya tekanan lebih kecil dari 1 atm, yang mengakibatkan gelembung-gelembung udara pada permukaaan badan bendung, menimbulkan lubang-lubang karena terlepasnya butiran-butiran agregat dari pemukaan konstruksi. (Sumber: 28) Kawasan Lindung Sumber Air Kawasan yang memberikan fungsi lindung pada sumber air, misalnya daerah sempadan sumber air, daerah resapan air, dan daerah sekitar mata air. (Sumber: 1) Keandalan Air Irigasi Kondisi/keadaan air irigasi yang dapat tersedia dalam jumlah, waktu, tempat, dan mutu sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk mendukung produktivitas usaha tani secara maksimal. (Sumber: 2) Keandalan Prasarana Irigasi Kondisi dan fungsi prasarana jaringan irigasi yang dapat memberikan pelayanan irigasi secara optimal. (Sumber: 2) Kecepatan Aliran Laju aliran air untuk menempuh lintasan air pada satuan waktu tertentu. (Sumber: 19) Kedalaman Sungai/Saluran Terbuka Jarak yang diukur ke arah vertikal dari muka air ke dasar sungai/ saluran terbuka. (Sumber: 15) Kelas Air Peringkat kualitas air yang dinilai masih layak untuk dimanfaatkan bagi peruntukan tertentu. (Sumber: 4) Ketahanan Pangan Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang SUMBER DAYA AIR 41 tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. (Sumber: 3) Kolam Tandon Air Tempat penampungan air, dalam kondisi cukup jernih dan mempunyai temperatur antara 20o – 30o . (Sumber: 20) Komisi Irigasi Antarprovinsi Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah kabupaten/kota yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan irigasi lintas provinsi. (Sumber: 2) Komisi Irigasi Kabupaten/Kota Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah kabupaten/kota, wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi, dan wakil pengguna jaringan irigasi pada kabupaten/kota. (Sumber: 2) Komisi Irigasi Provinsi Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah provinsi, wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi, dan wakil pengguna jaringan irigasi pada provinsi, dan wakil komisi irigasi kabupaten/kota yang terkait. (Sumber: 2) Komisi Irigasi Kabupaten/Kota Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah kabupaten/kota, wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi, dan wakil pengguna jaringan irigasi pada kabupaten/kota. (Sumber: 2) Konservasi Lahan Usaha pemanfaatan lahan dalam usaha tani dengan memperhatikan kelas kemampuannya dan dengan menerapkan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air agar lahan dapat digunakan secara lestari. (Sumber: 30) Konservasi Rawa Pengelolaan rawa sebagai sumber air yang berdasar pertimbangan teknis, sosial ekonomis dan lingkungan, bertujuan menjamin dan memelihara kelestarian keberadaan rawa sebagai sumber dari dan/atau meningkatkan fungsi dan pemanfaatannya. (Sumber: 6) Konservasi Sumber Daya Air Upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. (Sumber: 1) SUMBER DAYA AIR 42 L La Nina Fenomena mendinginnya suhu air laut di daerah Samudra Pasiik Tengah dan Timur yang terjadi setiap beberapa tahun dan berdampak pada perubahan cuaca di beberapa bagian dunia. (Sumber: 40) Lahan Sawah Pasang Surut Lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. (Sumber: 29) Lahan Potensial Sawah Bagian dari luas potensial yang dapat dijadikan sawah, yang kondisinya masih berbentuk hutan semak-semak, padi ladang, dikurangi luas potensial. (Sumber: 45) Lahan Kritis Lahan yang keadaannya membahayakan stabilitas dan kelangsungan tata air serta alam lingkungan, atau lahan pertanian yang sudah tidak lagi subur untuk ditanami. (Sumber: 29) Lahan Potensial Kritis Tanah-tanah yang masih produktif bila diusahakan untuk usaha pertanian, tetapi bila dalam pengelolaannya tidak menggunakan kaidahkaidah konservasi tanah, maka tanah akan rusak dan cenderung menjadi lahan semi kritis atau lahan kritis. (Sumber: 30) Lahan Semi Kritis/Hampir Kritis Tanah-tanah yang kurang produktif akibat terjadinya erosi, tetapi masih dapat diusahakan untuk usaha pertanian, namun demikian produktivitasnya relatif rendah. (Sumber: 30) Lereng Sisi (bidang, tanah) yang landai atau miring. (Sumber: 46) Limpasan Tanggul Aliran yang melewati tanggul/ tebing sungai. (Sumber: 28) Longsor Suatu proses perpindahan massa tanah atau batuan dengan arah miring dari kedudukan semula (sehingga terpisah dari massa yang mantap), karena pengaruh gravitasi, serangan arus, gempa, dan lain-lain, dengan jenis gerakan berbentuk rotasi dan translasi. (Sumber: 14) Luas Minimal Daerah Irigasi Perbandingan antara luas lahan pertanian beririgasi sebesar satu hektar dan kebutuhan beras bagi 25 (dua puluh lima) orang penduduk. (Sumber: 2) Luas Lahan Rencana (Luas Lahan Baku) Irigasi SUMBER DAYA AIR 43 Luas bersih dari suatu daerah irigasi, yang berdasarkan perencanaan teknis dapat diairi oleh jaringan irigasi. (Sumber: 45) Luas Potensial Bagian dari luas rencana yang jaringan utamanya (saluran primer dan skunder) telah selesai dibangun. (Sumber: 45) M Meandering Aliran sungai yang berkelok-kelok dan berpindah-pindah, akibat sedimentasi. (Sumber: 28) Modiikasi Cuaca Upaya dengan cara memanfaatkan parameter cuaca dan kondisi iklim pada lokasi tertentu untuk tujuan meminimalkan dampak bencana alam akibat iklim dan cuaca, seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan. (Sumber: 1) Morfologi Sungai Bentuk dan keadaan alur sungai sehubungan dengan alirannya. (Sumber: 28) N Neraca Air Keseimbangan air, membandingkan air yang ada, air hilang dan air yang dimanfaatkan. (Sumber: 28) Normalisasi Saluran Tindakan mengembalikan kondisi saluran (dimensi maupun garis sempadan) yang ada ke kondisi awal sesuai perencanaan. (Sumber: 46) O Operasi Sumber Daya Air Kegiatan pengaturan, pengalokasian, serta penyediaan air dan sumber air untuk mengoptimalkan pemanfaatan prasarana sumber daya air. (Sumber: 1) Operasi Jaringan Irigasi Upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka-menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau, dan mengevaluasi. (Sumber: 2) SUMBER DAYA AIR 44 P Palung Sungai Cekungan yang terbentuk oleh aliran air secara alamiah, atau galian untuk mengalirkan sejumlah air tertentu. (Sumber: 7) Pasang Surut Laut Gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara laut, matahari, dan bulan. (Sumber: 43) Pemanasan Global (Global Warming) Fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. (Sumber: 31) Pembagian Air Irigasi Kegiatan membagi air di bangunan bagi maupun bangunan sadap dalam jaringan primer dan/atau jaringan sekunder. (Sumber: 2) Pembuangan Air Irigasi/ Drainase Pengaliran kelebihan air yang sudah tidak dipergunakan lagi pada suatu daerah irigasi tertentu melalui saluran pembuangan. (Sumber: 2) Pemeliharaan Berkala Jaringan Irigasi Usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi yang dilaksanakan secara berkala. (Sumber: 12) Pemeliharaan Jaringan Irigasi Upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya. (Sumber: 2) Pemeliharaan Sumber Daya Air Kegiatan untuk merawat sumber air dan prasarana sumber daya air yang ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber air dan prasarana sumber daya air. (Sumber: 1) Pemeliharaan Rutin Jaringan Irigasi Usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan irigasi yang dilaksanakan setiap waktu. (Sumber: 12) Pemeliharaan Sungai Usaha-usaha yang ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sungai sebagai sumber daya, serta untuk menjamin kelestarian fungsi bangunan sungai. (Sumber: 7) Penampang Basah Sungai/ SUMBER DAYA AIR 45 Saluran Terbuka Penampang melintang sungai/saluran terbuka yang dibatasi oleh dasar sungai dan muka air. (Sumber: 15) Penataan Ulang Sistem Irigasi Pengaturan kembali sistem irigasi yang berkaitan dengan aspek teknis dan administratif, misalnya tata letak saluran, dimensi saluran, pemutakhiran hasil inventarisasi aset irigasi, dan penghapusan pembiayaannya. (Sumber: 2) Pencetakan Sawah Kegiatan mengubah fungsi areal tanah bukan sawah menjadi sawah beririgasi. (Sumber: 8) Pendayagunaan Sumber Daya Air Upaya penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan, dan pengusahaan sumber daya air secara optimal agar berhasil guna dan berdaya guna. (Sumber: 1) Penelusuran Jaringan Irigasi Kegiatan pemeriksaan secara langsung kondisi dan fungsi jaringan irigasi. (Sumber: 2) Pengamanan Jaringan Irigasi Upaya menjaga kondisi dan fungsi jaringan irigasi serta mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan terhadap jaringan dan fasilitas jaringan, baik yang diakibatkan oleh ulah manusia, hewan, maupun proses alami. (Sumber: 11) Pengaturan Air Irigasi Kegiatan yang meliputi pembagian, pemberian, dan penggunaan air irigasi. (Sumber: 2) Pengelolaan Air di Tingkat Usaha Tani Segala usaha pendayagunaan air pada petak-petak tersier dan jaringan irigasi pedesaan, melalui pemanfaatan jaringan irigasi yang langsung berhubungan dengan petani dan arela pertaniannya, guna memenuhi kebutuhan optimum pertanian, termasuk pemeliharaan jaringannya. (Sumber: 9) Pengelolaan Aset Irigasi Proses manajemen yang terstruktur untuk perencanaan pemeliharaan dan pendanaan sistem irigasi guna mencapai tingkat pelayanan yang ditetapkan dan berkelanjutan bagi pemakai air irigasi dan pengguna jaringan irigasi dengan pembiayaan pengelolaan aset irigasi seeisien mungkin. (Sumber: 2) Pengelolaan Jaringan Irigasi Kegiatan yang meliputi operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi jaringan irigasi di daerah irigasi. (Sumber: 2) Pengelolaan Sumber Daya Air Upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi SUMBER DAYA AIR 46 sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. (Sumber: 1) Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Pengelolaan sumber daya air yang dilaksanakan dengan melibatkan semua pemilik kepentingan antar sektor dan antar wilayah administrasi. (Sumber: 1) Pengelolaan Sumber Daya Air Berwawasan Lingkungan Pengelolaan sumber daya air yang memperhatikan keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan. (Sumber: 1) Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Pengelolaan sumber daya air yang tidak hanya ditujukan untuk kepentingan generasi sekarang tetapi juga termasuk untuk kepentingan generasi yang akan datang. (Sumber: 1) Pengembangan Daerah Rawa Pematangan dan pemanfaatan lahan tanah di daerah-daerah rawa antara lain untuk pertanian. (Sumber: 45) Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif (PPSIP) Penyelenggaraan irigasi berbasis peran serta masyarakat petani mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan, sampai dengan pelaksanaan kegiatan pada tahapan perencanaan, pembangunan, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi. (Sumber: 11) Pengembangan Jaringan Irigasi Pembangunan jaringan irigasi baru dan/atau peningkatan jaringan irigasi yang sudah ada. (Sumber: 2) Pengembangan Sungai Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sungai sebesar-besarnya tanpa merusak keseimbangan sungai dan lingkungannya. (Sumber: 7) Pengendalian Daya Rusak Air Upaya untuk mencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh daya rusak air. (Sumber: 1) Pengendalian Sungai Upaya untuk lebih memantapkan aliran sungai sepanjang tahun, guna memperoleh kemanfaatan sungai sebesar-besarnya, dan mengurangi/meniadakan daya rusak air terhadap sungai dan lingkungannya. (Sumber: 7) Pengguna Jaringan Irigasi Pemanfaat jaringan irigasi selain petani yang mendapatkan hak guna air secara tersendiri. (Sumber:2) SUMBER DAYA AIR 47 Penggunaan Air Irigasi Kegiatan memanfaatkan air dari petak tersier untuk mengairi lahan pertanian pada saat diperlukan. (Sumber: 2) Peningkatan Jaringan Irigasi Kegiatan meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi yang sudah ada atau kegiatan menambah luas areal pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi. (Sumber: 2) Peningkatan Jaringan Reklamasi Rawa Peningkatan kemampuan pelayanan dari tingkat pelayanan yang telah dicapai sebelumnya. (Sumber: 6) Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) Suatu fenomena alam turunnya permukaan tanah yang disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan, beban bangunan yang berlebihan, konsolidasi alamiah dari lapisan-lapisan tanah, serta pengaruh gaya-gaya tektonik. (Sumber: 33) Penyediaan Air Irigasi Penentuan volume air per satuan waktu yang dialokasikan dari suatu sumber air untuk suatu daerah irigasi yang didasarkan waktu, jumlah, dan mutu sesuai dengan kebutuhan untuk menunjang pertanian dan keperluan lainnya. (Sumber: 2) Perbaikan Jaringan Irigasi Usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan/atau bangunan irigasi secara parsial. (Sumber: 12) Perbaikan Darurat Jaringan Irigasi Kegiatan penanggulangan yang berupa perbaikan dan bersifat darurat akibat suatu bencana agar saluran dan/atau bangunan dalam satu sistem jaringan irigasi dapat segera berfungsi. (Sumber: 12) Perencanaan Sumber Daya Air Suatu proses kegiatan untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan secara terkoordinasi dan terarah dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan sumber daya air. (Sumber: 1) Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Suatu proses perancangan pemeliharaan jaringan irigasi sebelum pelaksanaan pemeliharaan dimulai yang meliputi inspeksi, survei, desain, dan penyusunan program. (Sumber: 12) Perkolasi Gerakan air dalam tanah dengan arah vertikal ke bawah. SUMBER DAYA AIR 48 (Sumber: 28) Perlindungan Sungai Upaya pengamanan sungai terhadap kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh tindakan manusia dan alam. (Sumber: 7) Pertanian Rakyat Budi daya pertanian yang meliputi berbagai komoditi, yaitu pertanian tanaman pangan, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan, yang dikelola oleh rakyat dengan luas tertentu yang kebutuhan airnya tidak lebih dari 2 liter per detik per kepala keluarga. (Sumber: 1) Petak Irigasi Petak lahan yang memperoleh air irigasi. (Sumber: 5) Petak Primer Petak yang terdiri dari beberapa petak sekunder yang airnya dialirkan langsung dari saluran primer. (Sumber: 2) Petak Sekunder Petak yang terdiri dari beberapa petak tersier yang kesemuanya dilayani oleh satu saluran sekunder. (Sumber: 2) Petak Tersier Kumpulan petak sawah yang merupakan satu kesatuan dan mendapatkan air irigasi melalui satu jaringan irigasi tersier. (Sumber: 2) Pintu Air Otomatis Pintu air yang dapat membuka dan menutup secara otomatis akibat perbedaan tinggi muka air di hulu dan di hilir bangunan. (Sumber: 24) Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air. (Sumber: 1) Polder Cekungan tanah alami atau kolam buatan yang digenangi air dan dikelilingi tanggul, tinggi rendah air diatur oleh sejumlah parit yang bermuara di induk parit, dan pada induk parit terdapat mesin pompa untuk membuang air yang berlebihan. (Sumber: 46) Pos Duga Air Bangunan di sungai yang dipilih untuk mengamati tinggi muka air secara sistematik agar dapat berfungsi untuk menentukan debit. (Sumber: 16) Prasarana Sumber Daya Air Bangunan air beserta bangunan lain yang menunjang kegiatan pengelolaan sumber daya air, baik langsung maupun tidak langsung. SUMBER DAYA AIR 49 (Sumber: 1) Prinsip Satu Sistem Irigasi Satu Kesatuan Pengembangan dan Pengelolaan Dalam satu daerah irigasi yang mendapat pelayanan irigasi dari satu sistem irigasi yang terdiri atas jaringan primer, jaringan sekunder, dan jaringan tersier diterapkan satu sistem perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. (Sumber: 2) R Rawa Lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terus menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara isik, kimiawi, dan biologis. (Sumber: 6) Rawa Lebak/rawa non pasang surut/ rawa pedalaman Rawa yang terletak jauh dari pantai sehingga tidak dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. (Sumber: 41) Rawa Pasang Surut Tanah rawa yang datar dan rendah melintang oleh saluran interlace dan tidal sloughs dan biasanya tergenang saat pasang. (Sumber: 42) Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kegiatan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula. (Sumber: 2) Rehabilitasi Lahan Kegiatan pemulihan kemampuan sumberdaya lahan pertanian yang telah mengalami degradasi lahan. (Sumber: 30) Rehabilitasi Rawa Pengembalian kemampuan pelayanan jaringan reklamasi rawa seperti keadaan semula. (Sumber: 6) Reklamasi Rawa Upaya meningkatkan fungsi dan pemanfaatan rawa untuk kepentingan masyarakat luas. (Sumber: 6) Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Hasil perencanaan secara menyeluruh dan terpadu yang diperlukan untuk menyelenggarakan pengelolaan sumber daya air. (Sumber: 1) Revetment Batu atau material lain yang digunakan untuk memperkuat dinding, dll. (Sumber: 40) Rip-Rap Susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan den- SUMBER DAYA AIR 50 gan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi bendung. (Sumber: 34) S Saluran Irigasi Air Tanah Bagian dari jaringan irigasi air tanah yang dimulai setelah bangunan pompa sampai lahan yang diairi. (Sumber: 2) Saluran Primer Saluran utama dari jaringan reklamasi rawa yang berfungsi baik untuk pembuangan maupun pemberian air. (Sumber: 6) Saluran Sekunder Cabang utama dari saluran primer rawa yang berfungsi untuk pembuangan maupun pemberian air. (Sumber: 6) Saluran Suplesi Saluran pembawa yang berfungsi membawa/mengalirkan air yang disuplesikan ke saluran pembawa atau ke sungai. (Sumber: 45) Saluran Tersier Cabang saluran sekunder yang berfungsi baik sebagai pembuangan maupun pemberian air. (Sumber: 6) Sawah Irigasi (Luas Sawah Fungsional) Sawah yang merupakan bagian dari luas potensial yang sumber airnya berasal dari saluran melalui sistem jaringan irigasi melalui sistem jaringan irigasi. (Sumber: 45) Seawall Dinding banjir yang berfungsi sebagai pelindung/penahan terhadap kekuatan gelombang. (Sumber: 42) Sedimen Abrasif Sedimen yang terdiri dari pasir keras dan tajam bersama dengan aliran dapat menimbulkan erosi pada permukaan konstruksi. (Sumber: 28) Sedimen Dasar Sedimen pada dasar sungai/saluran. (Sumber: 28) Sedimen Layang Sedimen di dalam air, yang melayang karena gerakan air. (Sumber: 28) Sedimentasi Proses dimana sedimen yang terjadi karena penghambatan pada aliran air terdeposit pada saluran air, saluran pembuangan terbuka SUMBER DAYA AIR 51 atau pada pipa pembuang. Pada Irigasi atau drainase. (Sumber: 44) Siphon Bangunan air yang dipakai untuk mengalirkan air irigasi dengan menggunakan gravitasi yang melewati bagian bawah saluran pembuang, cekungan, anak sungai atau sungai. (Sumber: 45) Sistem Drainase Makro Jaringan drainase yang mengumpulkan air buangan dari jaringan drainase mikro dan menyalurkannya ke sistem pembuang alamiah terdekat seperti sungai dan danau. (Sumber: 38) Sistem Drainase Mikro Jaringan drainase yang melayani suatu kawasan perkotaan yang telah terbangun (luas tipikal sekitar 10 Ha) seperti perumahan, kawasan perdagangan, industri, pasar, atau komplek pertokoan. (Sumber: 38) Sistem Irigasi Prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi, kelembagaan pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia. (Sumber: 12) Situ Suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alamai maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. (Sumber: 51 ) Subak Masyarakat hukum adat yang bersifat sosio agraris religius yang secara historis tumbuh dan berkembang sebagai organisasi dibidang tata guna air ditingkat usaha tani. (Sumber: 45) Sudetan Alur baru yang dibuat di luar alur sungai lama untuk keperluankeperluan pengelakan aliran, penurunan muka air banjir, dan pembangunan bendung. (Sumber: 28) Sumber Air Tempat atau wadah air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah. (Sumber: 1) Sumber Daya Air Air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya. (Sumber: 1) Sumur Air Tanah Dalam Sarana penyediaan air bersih berupa sumur dalam yang dibuat dengan mengebor tanah pada kedalaman muka air minimal 7 meter dari permukaan tanah dan kedalaman dasar lebih dari 30 meter. (Sumber: 27) SUMBER DAYA AIR 52 Sumur Pemeriksaan 1. Sebuah sumur yang tidak dipompa dan digunakan untuk mengamati peningkatan permukaan air di bawah tanah atau permukaan piezometrik. 2. Sumur yang digunakan untuk mengamati suatu hasil, tetapi umumnya pada kondisi yang berbahaya, seperti gangguan pada kandungan air asin atau polutan yang terdapat pada air tanah. (Sumber: 42) Sungai Tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. (Sumber: 7) T Talang Air Bangunan air yang dipakai untuk mengalirkan air irigasi dengan menggunakan gravitasi yang melewati bagian atas saluran pembuang, cekungan, anak sungai atau sungai. (Sumber: 45) Tanggul Banjir Konstruksi untuk mencegah terjadinya banjir di belakang tanggul tersebut. (Sumber: 28) Tanggul Sungai Sebuah bendungan rendah atau dinding yang menyeberangi sebuah sungai untuk menaikan tingkat hulu. (Sumber: 44) Tata Air Susunan dan letak air, yaitu semua air yang terdapat di dalam dan atau berasal dari sumber-sumber air, baik yang terdapat di atas maupun di bawah permukaan tanah (tidak termasuk dalam pengertian ini air terdapat di laut). (Sumber: 45) Tata Pengairan Susunan dan letak sumber-sumber air dan atau bangunan-bangunan pengairan menurut ketentuan teknik pembinaannya di suatu wilayah pengairan tertentu. (Sumber: 45) Tebing Sungai Sisi alamiah sungai yang membatasi pengaliran sungai pada ketinggian air normal. (Sumber: 45) Terasering Bangunan konservasi tanah yang dibuat sejajar garis kontur yang dilengkapi saluran peresapan, saluran pembuangan air (SPA) serta tanaman penguat teras yang berfungsi sebagai pengendali erosi. (Sumber: 30) Terowongan Saluran yang membawa air menembus bukit-bukit dan medan SUMBER DAYA AIR km2. (Sumber: 1) Wilayah Pantai Wilayah pertemuan antara daratan dan lautan. (Sumber: 37) Z Zona Pemanfaatan Sumber Air Ruang pada sumber air (waduk, danau, rawa, atau sungai) yang dialokasikan, baik sebagai fungsi lindung maupun fungsi budidaya. (Sumber: 1) 53 yang tinggi, yang pada tempattempat tertentu diperkuat dengan pasangan. (Sumber: 45) Tetrapod Salah satu jenis konstruksi pemecah gelombang (Break Water). (Sumber: 36) Tinggi Muka Air (Water Level) Elevasi permukaan air pada suatu penampang melintang sungai terhadap suatu titik elevasi tertentu. (Sumber: 22) W Waduk Wadah air yang terbentuk sebagai akibat dibangunnya bangunan sungai dalam hal ini bangunan bendungan, dan berbentuk pelebaran alur/badan/palung sungai. (Sumber: 7) Waduk Kaskade Beberapa waduk yang dibangun pada satu sungai yang sama dan biasanya beroperasi dalam satu sistem integrasi. (Sumber: 23) Wilayah Sungai Kesatuan wilayah pengelolaan sumber daya air dalam satu atau lebih daerah aliran sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang dari atau sama dengan 2.000

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hydrology Glosarry

Proses Desalinasi